Kadishub Kepri, Junaidi menjelaskan, program unggulan tersebut belum bisa dilakukan.
Semua proses pelelangan sudah dilakukan pada tahun 2024 lalu. Namun, tiba-tiba ada efisiensi anggaran sehingga belum dilakukan.
“Pada Januari 2025 lalu, semuanya sudah disiapkan, hanya saja muncul Instruksi Presiden (Inpres) soal DAK, sehingga sementara kita tunda,” ujar Junaidi, Selasa (16/9/2025).
Dia menyampaikan, segala bentuk dokumen sudah dilakukan semuanya. Tinggal menunggu tanda tangan kontrak saja.
“Doakan saja semoga program unggulan ini bisa dilakukan dalam waktu dekat,” harapnya.
Dishub Kepri juga akan menjalankan sejumlah program pelaksanaan fisik pada tahun 2025 antara lain.
Fasilitas perlengkapan dan keselamatan di bidang darat seperti penerangan jalan di Kabupaten Natuna.
Program unggulan Dishub Kepri juga mencakup pembangunan ponton apung (ponton HDPE) di Jago, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga.
Pelabuhan Pelabuhan di Kasu, yang pelaksanaannya akan dilakukan pada tahun 2025 ini.
Dishub Kepri tengah mengkaji pembangunan Pelabuhan Roro Mini di Bintan untuk mendukung transportasi antar pulau yang lebih kecil dengan kapasitas untuk motor dan satu mobil emergency.
Selanjutnya, penerapan pembayaran non tunai menggunakan QRIS terkait pemungutan retribusi pelabuhan. (*)



