HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Masalah banjir di Batam saat musim hujan menjadi persoalan serius dan mendapat sorotan tajam dari DPRD Kota Batam. Anggota Komisi III DPRD Batam, Jamson Silaban mengatakan terkait persoalan banjir ini perlu penanganan lebih konprehensif.
Pemko Batam dan BP Batam telah memetakan jumlah titik banjir di Kota Batam. Setelah itu akan dilakukan solusi mengatasi banjir tersebut.
“Kami sudah rapat dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam. Hasil pemaparan mereka bahwa titik banjir telah dipetakan dan ada puluhan titik banjir yang perlu segera dilakukan penanganan,” kata Jamson Silaban, Kamis (28/8/2025).
BACA JUGA: Kemilau Nusantara Kepri Digelar 7 September Suguhkan Pertunjukan Spektakuler Pesta Rakyat
Ia mengatakan bahwa air hujan merupakah berkah untuk Kota Batam. Perlu dilakukan pengerukan lumpur di Dam Duriangkang agar tidak dangkal. Kalau itu dangkal tentu lambat air mengalir.
“Saya minta keruk lumpur Dam Duriangkang karena sudah mulai dangkal yang membuat air lambat mengalir sampai ke tujuan. Ini perlu menjadi perhatian,” katanya.
Selain itu untuk jalur jalan yang selalu langganan banjir perlu dibuat rumah pompa yang bisa segera menyedot aliran air supaya cepat mengalir ke laut.
“Kami di dewan telah menyetujui anggaran penanganan banjir. Tahun 2026 akan dibelikan pompa di titik tertentu menangani banjir. “Kita tahu bahwa hujan sebentar sejumlah lokasi kena banjir,” kata Politisi PDIP itu.
BACA JUGA: Pinjol dan Paylater Jadi Penyebab Gen Z dan Generasi Milenial Susah Beli Rumah
Sebagai informasi untuk di Batam ada ratusan titik banjir berdasarkan pemetaan Pemko Batam. Titik banjir itu seperti Simpang Kepri Mall, Simpang Helm-Kawasan Tunas, Jalan Depan Kantor PDIP Kota Batam, Kawasan Samsat, Jalan Depan Villa Panbill, Jalan Depan SP Plaza, Jalan Depan Kantor Camat Nongsa, Kawasan Kantor BPJN (Mangsang).


