Rute pawai dimulai dari lokasi start melewati Simpang Empat Masjid Agung, Bundaran Madani, Simpang Gelael, Flyover menuju Simpang Kepri Mall, lalu kembali ke Sekolah Global Indo-Asia dan finis di Graha Pena Batamcenter.
Pawai Pembangunan 2025 juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berada di Batam. Banyak di antara mereka ikut larut dalam kemeriahan, mengabadikan momen, dan menikmati keberagaman budaya yang ditampilkan.
“Pawai ini bukan sekadar hiburan, tapi simbol persatuan. Semangat kebangsaan yang terpancar dari keragaman budaya ini harus kita jaga,” terang Amsakar, saat melepas langsung peserta Pawai.
Wali kota melanjutkan, momen ini sebagai wujud semangat kebangsaan yang menyatukan. “Mari kita terus warnai kehidupan dengan kegiatan produktif demi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Menurut Amsakar, masyarakat boleh berbeda suku, bahasa, dan adat istiadat, tetapi di Batam, berdiri sebagai satu bangsa. Semangat kebangsaan inilah yang harus terus dijaga dan wariskan kepada generasi berikutnya.
Amsakar juga menyinggung kreativitas yang ditampilkan warga Batam, melalui kendaraan hias dan busana adat. Semua mencerminkan potensi besar di bidang seni, budaya, dan inovasi.
“Acara seperti ini menggerakkan banyak sektor, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga seni budaya. Ini bukti bahwa kegiatan budaya bisa menjadi kekuatan untuk membangun daerah,” ujar Amsakar. (*)



