Untuk jalur prestasi ini tidak berlaku bagi SD, sedangkan untuk tingkat SMP, sekolah wajib menyediakan kuota sebesar 25 persen dari daya tampung. Keempat, jalur mutasi diperuntukkan bagi siswa yang orang tuanya mengalami perpindahan tugas, termasuk anak guru yang mendaftar di sekolah tempat orang tuanya mengajar.
Untuk mutasi tersedia 5 persen kuota dari daya tampung untuk SD maupun SMP.
Tri mengatakan tahun ini berkomitmen untuk penerimaaan murid baru jenjang SD negeri 28 siswa SMP sebanyak 32 siswa. Salah satu yang ditekankan dalam SPMB adalah ketentuan rasio per kelas harus sesuai dengan aturan,” kata Tri Wahyu Rubianto, Selasa (8/4/2025),
Mantan Kabid Bapelibangda Kota Batam itu menyebut selama ini peminat sekolah negeri di Batam selalu tinggi sehingga gagal memenuhi ketentuan rasio per kelas. Akibatnya sistem pendidikan tidak efektif.
Satu kelas bahkan mencapai 50 siswa. Untuk itu, pihaknya melakukan sejumlah langkah mitigasi, agar bisa mengurai kepadatan pendaftar di sekolah negeri pada SPMB ini.
Selain mendorong penerimaan siswa baru di sekolah swasta lebih awal, pihaknya juga mengeluarkan kebijakan baru berupa bantuan SPP sekolah swasta. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam menganggarkan bantuan SPP swasta untuk enam bulan pertama di APBD tahun 2025 ini.
Rencana pemberian bantuan SPP swasta merupakan salah satu upaya dalam mengurai daya tampung di sekolah negeri. “Seperti diketahui kita selalu over capacity saat penerimaan siswa baru, sehingga Pemko Batam telah menganggarkan untuk anak tersebut sekolah di swasta dengan bantuan subsidi,” katanya.
Pemerintah Kota Batam menyiapkan subsidi SPP sebesar Rp 300 ribu untuk SD dan untuk SMP sebesar Rp 400 ribu. Siswa yang akan menerima bantuan SPP sekolah swasta itu adalah yang terdaftar di Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN).
“Jadi bantuan subsidi ini khusus bagi mereka yang tidak mampu. Jadi belum semua kami akomodir. Subsidi silang ini khusus bagi yang tidak mampu, dan mau masuk ke sekolah swasta. Jadi sifatnya subsidi,” jelasnya. (*/man)



