“Saya berpesan agar kita tetap bersatu padu dalam menjaga stabilitas daerah. Jangan terpecah belah karena satu dan lain hal yang bisa mengganggu situasi kondusif dan keamanan kota ini,” tambahnya.
Sementara, Lembaga Adat Melayu (LAM) mengapresiasi keputusan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi yang bersedia untuk merubah nama Flyover Laksamana Ladi menjadi Flyover Sungai Ladi.
Dalam keterangannya, Ketua Umum LAM Kota Batam, YM. H. Raja Muhamad Amin mengatakan, Muhammad Rudi yang juga bergelar Dato’ Setia Amanah merupakan figur pemimpin berjiwa besar.
BACA JUGA: Utang 67 Ribu Nasabah UMKM Senilai 2,5 Triliun Akan Dihapus Pemerintah
Ini terbukti dengan kebesaran hatinya yang telah mendengarkan masukan serta saran dari LAM, sejarawan Kepulauan Riau, serta tetua dan pemuka adat lainnya terkait usulan penggantian nama flyover.
“Ini menunjukkan beliau (Muhammad Rudi) adalah seorang pemimpin besar dan amanah serta tau betul bahwa beliau sedang memimpin negeri Melayu yang sarat dengan makna sejarah serta penuh dengan Tamaddun Melayu,” ujar Raja Muhamad Amin.
Ia pun juga mengucapkan rasa terima kasih kepada Muhammad Rudi sebagai Kepala BP Batam yang langsung bertindak usai polemik penamaan Flyover dengan panjang 120 meter ini menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat Batam.
“Kami ucapkan terima kasih sekalung budi karena sudah berlapang dada dan menerima masukan kami,” pungkasnya. (*/man)


