Friday, February 20, 2026
HomeBatamDewan Anggarkan Beli Pompa untuk Tangani Banjir di Batam

Dewan Anggarkan Beli Pompa untuk Tangani Banjir di Batam

HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Musim hujan yang mulai terjadi berdampak terhadap lingkungan masyarakat. Bahkan ada warga banyak mengeluhkan kondisi rumah hingga barang-barang yang terimbas karena air yang meluap sampai ke dalam rumah. Kini setiap turun hujan dalam sehari pasti terjadi banjir di titik-titik tertentu.

Sebagai informasi untuk di Batam ada 19 titik banjir berdasarkan pemetaan Pemko Batam. Seperti Simpang Kepri Mall, Simpang Helm – Kawasan Tunas, Jalan Depan Kantor PDIP – Kawasan Samsat, Jalan Depan Villa Panbill, Jalan Depan SP Plaza, Jalan Depan Kantor Camat Nongsa, Kawasan Kantor BPJN (Mangsang).

BACA JUGA: Hina Pedagang Es Teh Saat Pengajian Hingga Jadi Viral, Gus Miftah Dapat Teguran dari Prabowo

Kemudian Kawasan Bengkong Indah/Bengkong Swadebi, Kawasan Marina City, Perumahan Green Nongsa City, Kawasan Sei Tering, Kawasan SMPN 28, Kawasan Industri Volex
Tiban Center, Jalan R. Suprapto (Jalan depan Perumahan Pemda Batu Aji), Bengkong Sadai, Kawasan Kibing, Kawasan Jodoh – Kampung Seraya dan Kawasan Simpang Seruni – Pasir Putih.

Dalam upaya mengatasi banjir yang kerap melanda beberapa wilayah, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMBSDA) Kota Batam berencana membangun stasiun pompa banjir mulai tahun depan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DMBSDA) Kota Batam, Suhar mengatakan pihaknya telah memantau sejumlah titik banjir yang ada di Kota Batam.

BACA JUGA: IKuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2024, Sekda Jefridin Paparkan Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau Penyumbang Kenaikan Inflasi

“Untuk solusianya nanti stasiun pompa banjir akan kita bangun di muara-muara untuk dibuang ke laut. Namanya stasiun pompa banjir,” kata Kadis DMBSDA, Suhar belum lama ini.
Ia menyebut menggunakan pompa air sebab saat ini fasilitas yang ada di Batam telah mengalami banyak perbaikan.

BACA JUGA  Kepala BP Batam Apresiasi Dukungan LAM Kota Batam

“Kita pakai itu, karena lingkungan kita jalan sudah jadi rumah sudah jadi, terus drainase yang ada sudah optimal. Gak mungkin dilebarin lagi karena sudah tertata dengan baik,” katanya.

“Ketika hujan deras, volume air yang datang terlalu banyak untuk ditampung lewat saluran yang ada, sehingga menyebabkan banjir,” kata Suhar.

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI