Menurut Salim, sedikitnya sudah ada sekitar 1.000 kendaraan yang ikut serta dalam parkir berlangganan.
“Ini program yang harus kita lakukan berbagai alternatif kita tawarkan ke masyarakat. Parkir nontunai sudah kita siapkan. Mau stiker langganan juga kita siapkan,” katanya.
BACA JUGA:Â Semarak Hari Bakti ke-53 Tahun, BP Batam Futsal Championship 2024 Resmi Berakhir
Salim mengatakan Sekda sudah membuat surat edaran ke OPD agar membeli stiker parkir berlanggaran tapi karena ini himbauan bukan paksaan tentu tidak semua yang mau membeli parkir berlangganan.
“Kita tawarkan mereka parkir mandiri agar lebih enak dan wajib retribusi dalam perda. Maka di 2025 nanti ada kegiatan survei konsultan dengan survei potensinya, agar kita tahu, berapa potensi sebenarnya dengan kenaikan tarif saat ini, dan mungkin lokasi-lokasi baru yang punya potensi baru untuk kita tarik retribusinya,” ujar Salim.
Ia menyebut target sebesar Rp 18 miliar itu agak berat karena stiker yang dicetak masih bisa dipakai tahun depan sehingga diharapkan bisa terus meningkat PAD dari sektor parkir.
Sebagai langkah nyata Pemko telah mengusulkan agar dianggarkan setiap OPD parkir berlangganan ini. Dengan adanya anggaran itu diharapkan pemko bisa menerapkan parkir berlangganan.
“Kami minta tiap OPD untuk memonitornya agar bisa masuk dalam penganggaran. Ada banyak kendaraan yang dipakai pegawai pemko kalau itu semua masuk parkir berlangganan akan sangat mendukung dan membantu pemasukan dari sektor parkir,” kata Salim.
Ia menyebut target untuk retribusi parkir perlu diturunkan dikisaran Rp 10 miliar. Jika semua stiker berlangganan bis aterjual tentu target Rp 18 miliar itu bisa tercapai. Ke depan pihaknya akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat agar bersedia parkir berlangganan. (*/man)



