“Di luar negeri, harga benih lobster dapat mencapai antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per ekor, lebih tinggi dibandingkan dengan harga di dalam negeri,” ujar Rizal di Galang Baru, Kamis (22/8/2024).
Ia menyebut harga BBL di pasar internasional yang tinggi memberikan motivasi besar bagi para pelaku penyelundupan untuk mencari keuntungan.
“Menurut informasi yang kita dapatkan, proses pembudidayaan di Indonesia itu masih kalah dengan negara lain. Sehingga, benih itu akan dibudidayakan ke tempat lain,” katanya.
BACA JUGA:Â BP Batam Prioritaskan Hak Warga Terdampak Pembangunan Rempang Eco-City
Selain itu, proses budidaya lobster di Indonesia masih kalah canggih dibandingkan dengan negara lain seperti Vietnam.
“Yang budidaya di Vietnam, karena teknologinya cukup baik untuk pembubidayaan lobster,” katanya.
Teknologi budidaya lobster di negara tersebut sudah cukup maju, sehingga para pelaku memilih untuk menyelundupkan benih dengan teknologi yang lebih baik untuk dibudidayakan termasuk harga yang menjanjikan yang lumayan tinggi.
Mengenai modus yang dilakukan dalam penyelundupan, biasanya dilakukan langsung dari tempat pengepul naik hsc, seperti dari Sumatera langsung ke negara tujuan, apakah dia akan ditransfer ke OPL masih didalami.
Modus penyelundupan tersebut bukan hanya dari Sumatera namun juga dari wilayah lain seperti di Pulau Jawa.
Proses pengiriman memerlukan pengawasan ketat, dengan benih lobster harus dipertahankan dalam kondisi dingin dan beroksigen selama perjalanan hingga 12 jam.
Pihaknya juga terus melakukan mendalami dan pengawasan untuk mengatasi masalah ini, namun tantangan tetap besar dengan adanya rute-rute penyelundupan yang beragam dari berbagai wilayah di Indonesia. (*/man)



