HARAPANMEDIA.COM, BATAM – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap tujuh Kepala Keluarga (KK) yang terdampak rencana pembangunan Rempang Eco-City, Kamis (22/8/2024).
Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah bergeser ke hunian sementara menjadi sebanyak 187 KK yang bersedia bergeser ke hunian sementara.
BACA JUGA: Dewan Apresiasi Bea Cukai Berantas Penyelundupan Benih Lonster yang Rugikan Keuangan Negara
Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, pergeseran ini merupakan bentuk komitmen warga dalam mendukung proyek pengembangan Kawasan Rempang sebagai The New Engine of Indonesian’s Economic Growth.
“Sebagian warga mulai membuka diri terhadap rencana investasi di Rempang. Kami berharap, seluruh komponen daerah pun dapat mendukung realisasi proyek strategis nasional ini agar bisa berjalan lancar,” ujar Ariastuty dalam keterangan resminya.
BACA JUGA: DPRD Dorong Usaha Mikro Naik Kelas, Minta Pemko Permudah UMKM Mendapat Pinjaman Modal Usaha
Di samping itu, Ariastuty menyebut jika BP Batam masih terus berupaya maksimal untuk menggesa pengerjaan hunian baru yang berlokasi di Tanjung Banon.


