Hendra juga memaparkan struktur APBD Kota Batam yang berkisar tiga triliun rupiah lebih. Termasuk posisi pendapatan asli daerah yang mencapai satu triliun lebih. Dia pun mempersilakan rekan-rekan dari DPRD Madina untuk berdiskusi dan menggali lebih jauh mengenai pembangunan Kota Batam.
BACA JUGA: Muhammad Rudi Lepas Ratusan Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepri untuk KKN
Sementara itu Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Dia mengaku terkesan dengan geliat pembangunan Kota Batam.
“Kami datang ke sini membawa seluruh anggota DPRD. Selain ke DPRD, kami juga akan ke Pemko Batam. Banyak hal spesial yang perlu dipelajari, ditiru, dan dicontoh di Batam ini. Saya tadi melihat struktur APBD yang sangat bagus dimana komposisi belanja operasi dan belanja modalnya sekitar 75 persen berbanding 25 persen, tentu ini sudah sangat bagus,” ungkap Erwin.
Erwin juga menjelaskan bahwa maksud kunker itu antara lain untuk mempelajari strategi pengembangan pendidikan, masalah retribusi parkir, terkait peran DPRD dalam meningkatkan kesadaran masayarakat untuk membayar pajak dan retribusi daerah.
Selain itu terkait mekanisme pembahasan realisasi anggaran semester pertama dan prognosis enam bulan berikutnya. Termasuk juga mempelajari program kegiatan posyandu untuk peningkatan kesehatan masyarakat.
Pertemuan pun dilanjutkan dengan diskusi dimana banyak pertanyaan disampaikan oleh anggota DPRD Madina. Pertemuan diakhiri dengan tukar-menukar cinderamata antara kedua belah pihak.(*)



