Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya termasuk warisan rempah dan tradisi maritimnya.
Ia juga menekankan bahwa rempah Nusantara telah memainkan peran penting dalam sejarah global. Berkat rempah, Nusantara dikenal dunia. Pertemuan berbagai manusia dari berbagai daerah di dunia terjadi melalui perdagangan rempah.
Muhibah Budaya Jalur Rempah bukan hanya upaya untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya rempah dalam sejarah dan budaya bangsa.
“Indonesia kaya akan warisan budaya ini. Harapannya, kekayaan budaya ini bisa dikenal luas dan menjadi warisan budaya nasional kita. Dengan mengangkat rempah dan tradisi maritim kita, kita berharap dunia dapat lebih mengenal dan menghargai kekayaan budaya Indonesia,” ucapnya.
BACA JUGA: Wagub Marlin – Ciptakan Generasi Emas Kota Batam di Tahun 2045
Ia berharap perhelatan ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Indonesia dan meningkatkan apresiasi terhadap warisan budaya yang telah membawa Nusantara menjadi pusat perhatian dunia selama berabad-abad.
KRI Dewaruci mengangkut 25 laskar rempah tiba di Pelabuhan Fasharkan Mentigi disambut dengan marching band SMKN 1 Bintan Utara. Tak ketinggalan prosesi tepuk tepung tawar dan silat tradisional juga dipertunjukkan sebagai ungkapan selamat datang bagi tamu yang datang.
Selanjutnya, Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Rhony Lutvia disematkan tanjak bersama dengan seluruh anggota Laskar Rempah. Rombongan diarak dengan tepukan kompang menuju gedung serbaguna lalu disambut kembali dengan Tari Sekapur Sirih. Sebanyak 25 laskar rempah akan melakukan penelusuran jejak-jejak rempah selama tiga hari di Kepri yakni mulai 5 sampai 7 Juli. (*/man)



