Ansar menyampaikan bahwa pelaksanaan pilkada bukan hanya sebuah rutinitas semata, namun pilkada adalah pondasi utama untuk memilih pemimpin Kepri yang berkualitas dan berintegritas.
“Pemimpin yang lahir berasal dari proses demokrasi yang berlangsung dengan jujur dan adil,” kata Ansar.
BACA JUGA:Â Harga Tiket Batam-Singapura Masih Tinggi, Komisi Pengawas Persaingan Usaha Minta Jangan Ada Persekongkolan
Ketua Bawaslu Kepri Zulhadril menyatakan bahwa instrumen penyelenggara Pemilu menuntut adanya tahapan sosialisasi pilkada.
Sebelumnya Bawaslu gencar melaksanakan sosialisasi pemilu dengan harapan bisa memberikan pemahaman dan juga pendidikan politik kepada publik, sehingga mereka mengerti, karena mendapat informasi yang benar terkait pentingnya pilkada.
“Dengan demikian masyarakat dapat memahami aturan dan tata cara pilkada yang akan dilaksanakan pada November 2024 mendatang,” katanya.
Pada event launching Pengawasan Partisipatif Pilkada yang digelar Bawaslu Kepri pada Minggu (30/6/2024) malam menyedot ribuan warga Batam. Mereka tumpah ruah menyaksikan acara di panggung dengan band Repvblik.
Suara gemuruh memenuhi lokasi saat vokalis Repvblik memanggil Ansar Ahmad untuk maju ke panggung dan menyanyi bersama. Dengan semangat yang membara, Ansar berdiri dari tempat duduknya dan melangkah menuju panggung tempat band Repvblik tampil.
Lagu yang dipilih untuk duet tersebut adalah “Hanya Ingin Kau Tahu,” sebuah lagu legendaris dari Repvblik. Sorakan penonton bergemuruh ketika Ansar Ahmad dan vokalis Repvblik, Ruri, menyanyikan lagu tersebut secara bersamaan. (*/man)



