HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Sejumlah driver online di Batam melakukan unjuk rasa dan meminta agar pemerintah bisa memberikan solusi atas persoalan yang mereka hadapi. Seperti diketahui bahwa driver online di Batam, sebagai mitra aplikator merasa keberatan dengan tarif yang masih rendah.
Terkait hal ini, Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha mengatakan kalau tarifnya tidak menguntungkan tentu akan mengancam kebutuhan para driver online.
“Kita sepakatlah kalau aplikator itu bisa membuat dengan baik tarif yang diterapkan sesuai dengan yang sudah diatur pemerintah. Jangan memberatkan masyarakat dan juga driver online sebagai mitra mereka. Kecuali ada skema lain yang diberikan aplikator dalam kelangsungan hidup para mitranya,” kata Utusan Sarumaha, Kamis (13/6/2024).
BACA JUGA:Â Semua Siswa SMA Negeri Sederajat Gratis Biaya Sekolah, Pemprov Kepri Anggarkan Lewat BOSDA
Politisi Hanura itu menyebut, Aplikator harus mempertimbangkan kelangsungan hidup para mitranya. “Saya berharap Aplikator perhatikan mitranya, jangan sampai tidak bisa bertahan hidup,” katanya.
Ia menyebut kalau dulu baru-baru sangat semangat sekarang menjadi berbeda dan ini harus diperhatikan.
“Kita mendukung kalau itu dilakukan penyesuaian. Yang bersangkutan dalam hal ini para driver online yang menjadi mitra membutuhkan biaya operasional, biaya pemeliharaan, biaya untuk kebutuhan keluargnya, jangan sampai penghasilan itu tidak mampu untuk menutupi itu semua,” paparnya.
BACA JUGA:Â Marlin Gencarkan Gemarikan, Ingin Generasi Penerus Tumbuh Sehat dan Cerdas
Seperti diketahui ratusan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Driver Online Batam (ADOB) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Graha Kepri.


