HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Polda Kepri melakukan Operasi Ketupat Seligi 2024 selama 13 hari. Kegiatan ini mulai dilakukan dari 4-16 April 2024 dalam mengamankan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kepulauan Riau.
Operasi Ketupat Seligi 2024 yang dilaksanakan Polda Kepri dalam rangka pengamanan Hari Raya Idulfitri 1445 H resmi berakhir. Polda Kepri mencatat sebanyak 107 kasus gangguan kamtibmas, paling banyak di dalamnya pencurian sepeda motor.
BACA JUGA:Â Tingkatkan Kompetensi Tim Kerja, BKKBN Mutakhirkan Data Keluarga Risiko Stunting
Kasatgasopsda Ketupat Seligi 2024 Kombes Pol Tri Yulianto yang juga Dirlantas Polda Kepri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam Operasi Ketupat Seligi 2024, termasuk Polri, TNI, Stakeholder lainnya, dan masyarakat yang telah bekerja sama dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
Dia menjelaskan secara umum, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Kepulauan Riau selama Operasi Ketupat Seligi 2024 terbilang aman, tertib, dan terkendali.
Meski demikian ada beberapa catatan penting terkait laka lantas dan gangguan Kamtibmas yang menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun 2023.
BACA JUGA:Â Kepala BP Batam : Pertumbuhan Investasi Meningkat, Ekonomi Bangkit
Peningkatan ini menjadi perhatian serius dan perlu ditindaklanjuti dengan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan yang lebih efektif di masa depan.
Tri Yulianto menjelaskan untuk jumlah laka lantas selama Operasi Ketupat 2024 terdapat 54 kasus, dimana meninggal dunia 9 orang, korban luka berat 27 luka ringan 45 orang.
Jumlah ini terjadi peningkatan sebanyak 16 dibanding tahun 2023 lalu, selama Operasi Ketupat hanya 38 kasus, dari 38 kasus 6 orang meninggal dunia, 16 luka berat dan 44 luka ringan.
BACA JUGA:Â Badan Usaha Pelabuhan Layani 580 Ribu Penumpang Selama Angkutan Lebaran 2024


