Baginya merayakan Lebaran Idulfitri di kampung halaman menjadi hal yang dinanti setiap tahunnya. Nuansa momen perayaan Lebaran, makan ketupat diakuinya punya makna baginya sehingga membuatkan mengenang masa saat kecil.
Hal yang sama juga dikatakan penumpang lain. Mereka kesal karena Kapal Kelud yang semula dijadwalkan bersandar pukul 14:00 namun sampai pukul 19:00 kapal tak kunjunga tiba.
Kekesalan itu dirasakan ribuan penumpang yang sudah sejak siang antre ke pelabuhan itu.
BACA JUGA:Â Jaga Kekompakan Dengan Karyawan PT Shiane Internasional Buka Puasa Bersama
Suasana pelabuhan sore itu tampak riuh, para porter juga mewarnai suasana keriuhan di pelabuhan tersebut. Layaknya kereta api tanpa jalan penghambat, aksi porter menerobos semua pintu terminal untuk mengangkut barang memasuki mobil menuju lumbung kapal Kelud yang jaraknya sekitar 500 meter dari terminal.
Sekilas tampilan para penumpang KM Kelud yang telah mengantre berdesak-desakan tampak kucek, raut wajahnya kusam. Cucuran keringat membasahi pipinya.
Seluruh penumpang mengaku kesal atas kondisi layanan keterlambatan kapal itu, namun tak ada yang bisa diperbuat mereka hanya pasrah menerima layanan seadanya.
Apalagi kondisi pelabuhan berada ditengah kawasan industri peti kemas yang beroperasi selama 24 jam. Jarak terminal menuju lumbung kapal harus melewati lintasan tumpukan peti kemas, selain itu jalanan penuh debu tanah dengan aktivitas truk kontainer lalu lalang.
Kepala Pelni Batam, M Iqbal menyebut keterlambatan sandar kapal Kelud lantaran faktor arus laut yang kencang hingga membuat kapal terlambat tiba. Kapal Kelud direncanakan akan diberangkatkan malam sekira pukul 22:00 WIB, semoga semua berjalan dengan lancar. (*/man)



