HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Ribuan calon penumpang tampak memadati kawasan pelabuhan. Para pengunjung berdesak-desakan untuk bisa mendapatkan lokasi yang teduh di bawah tenda yang disiapkan pengelola pelabuhan.
Terik matahari siang tak menyurutkan semangat calon pemudik yang ingin memasuki area parkir kawasan pelabuhan Batuampar Batam, pada Minggu (7/4/2024). Memasuki H-3 ini cukup banyak calon penumpang berjejer tepat berada di pintu boarding. Bak eksodus, para penumpang pun memadati pintu terminal pelabuhan tersebut.
Beberapa wanita terhempit diantara kerumunan dan porter, sambil menggendong anaknya, dengan tas ransel melekat di tubuhnya. Ia dengan sekuat tenaga berusaha keluar dari himpitan kerumunan calon penumpang yang antre menunggu.
Di tengah kondisi itu, mereka berteriak keras agar penumpang dibelakang tak saling mendorong. “Yang dibelakang sabar, jangan dorong sudah sempit,” katanya dengan suara kencang.
Namun suara itu tak dihiraukan para penumpang lainnya, tetap saja terjadi desak-desakan. Disamping kondisi keramaian, wanita itu juga dihadapkan dengan anaknya yang rewel karena panas dan berdesak-desakan.
“Tiap tahun naik kapal Kelud pasti selalu begini. Gak tau sampai kapan, tolonglah pemerintah berikan perhatian,” kata wanita bernama Veny ini.
Veny terus berjuang melangkah walau keringat membasahi wajahnya. Sesekali ia mengusap sambil menggendong anaknya.
“Jam berapa kapal ini berangkat, kami sudah dari siang menunggu. Gak kasihan mereka lihat penumpang ini,” katanya.
Veny merupakan perantau Batam yang ingin mudik ke kampung halaman orang tuanya di Sumatera Utara. Momen liburan ini, ia pulang membawa kedua anaknya untuk bertemu sang nenek, tentunya ingin merayakan Idulfitri di kampung.
Veny berharap agar perjalanan mudiknya dapat berjalan lancar hingga bertemu keluarga di kampung halaman.


