Di antara banyak kemampuan yang dimiliki, pihaknya dapat melakukan berbagai pekerjaan pemesinan, seperti poros, roda gigi, dan lain-lain untuk keperluan industri, petrokimia, minyak dan gas, dan keperluan lainnya.
BACA JUGA:Â Ringankan Beban Masyarakat Rempang Sambut Lebaran, BP Batam Salurkan Bantuan Sembako
“Kami juga dapat membuat berbagai jenis baja struktural untuk melengkapi struktur utama seperti selip, tangki, tangga, dan pegangan tangan. Kami tak perlu diragukan lagi sejak perusahaan kami berdiri tahun 2000, kami telah berpengalaman merekrut tenaga kerja lokal/provinsi di Indonesia. Sejauh ini, kami merekrut lebih dari 8.000 orang dan memasok mereka ke berbagai kapal, proyek, bengkel di galangan kapal yang ada di Tanjunguncang,” jelasnya.
Pengurus Ikabsu Kepri itu menyebut mereka berkomitmen untuk memasok dan memberikan layanan terbaik kepada klien/pelanggan dan menyampaikan kebutuhan mereka dengan benar. “Kami memiliki catatan konsistensi yang sangat baik dan pasokan peralatan keselamatan personel yang tinggi,” katanya.
BACA JUGA:Â Utusan Sarumaha Apresiasi Penegakan Hukum, Berharap Mata Rantai Peredaran Bisa Diungkap Tuntas
Sebagaimana dalam profil company, bahwa PT Shiane Internasional punya customer atau pelanggan. Ada puluhan perusahaan besar di wilayah Tanjunguncang yang menjadi pelanggannya dalam berbagai kebutuhan sesuai permintaan pelanggan.
“Tujuan dan komitmen kami adalah untuk menyediakan dan memberikan layanan terbaik kepada klien/pelanggan kami dan penyampaian yang benar sesuai kebutuhan mereka.
Kami mengedepankan keselamatan dan kualitas layanan sebagai nilai inti kami. Kami memastikan staf terpilih kami yang menghadiri pekerjaan memahami cakupan persyaratan layanan sebelum kami mengonfirmasi penugasan mereka untuk tugas pekerjaan tersebut,” paparnya.
Sedangkan mengenai standar keselamatan kerja yang tinggi, ia memastikan standar ini diterapkan, dipraktikkan, dan dipenuhi. Perusahaannya menerapkan program Jaminan Mutu ISO untuk memberikan layanan berstandar internasional secara konsisten di masa depan.
Seorang karyawan bernama Pendi yang ikut berbuka puasa mengatakan ia termasuk salah satu pekerja di perusaahan itu sejak berdiri tahun 2000. “Saya sudah lama ikut ibu Rita bekerja di perusahaan ini dan saya berterimakasih karena ibu Rita peduli kepada karyawan,” katanya.
Rita Luxiana mengatakan tiap tahun selalu buka puasa bersama dengan karyawan. “Saya melihat karyawan itu merupakan aset, tanpa ada mereka tentu saya tidak bisa seperti saat ini, karena itu saya harus tetap menjaga dan peduli dengan mereka,” kata Rita mengakhiri. (*/man)


