“Masyarakat bisa memilih, dan merasa nyaman, dipersilakan memilih di antara ketiga bank tersebut. Selain itu, di Kantor Disperindag juga disiapkan layanan untuk pembuatan Fuel Card 5.0, kami berharap hingga 31 Juli 2024 Fuel Card ini sudah selesai,” ujar dia pula.
Berdasarkan data Samsat Kepri terdapat 210 ribu kendaraan roda empat di Batam yang diperkirakan akan menggunakan Fuel Card.
BACA JUGA: BP Batam Tawarkan Potensi Maritim Dalam Pameran Terkemuka di Dunia
“Tidak ada pembagian kuota dari 210 ribu untuk ketiga bank itu. Setelah MoU ini kita harapkan semua berjalan lancar,” kata Gustian.
Menurutnya penerapan Fuel Card ini bertujuan untuk membatasi pembelian BBM bersubsidi, meningkatkan efisiensi dan distribusi tepat sasaran.
“Program serupa sebelumnya, yakni Fuel Card 3.0 untuk BBM jenis solar, terbukti efektif dalam penggunaan solar yang tidak boros, sehingga sisa kuotanya bisa berlebih. Program yang kami jalankan bersama Pertamina dan Bank Bukopin ini juga sukses meraih penghargaan dari Kemendagri pada 2023 lalu,” katanyaujar.
Secara teknis, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian dan ESDM Disperindag Batam, Januar Arka, menjelaskan baha penerapan Fuel Card 5.0 merupakan tindak lanjut dari tahun sebelumnya yang telah menerapkan untuk solar.
“Kami ingin menerapkan ini dan nanti semua akan berjalan secara digital mulai dari pendaftaran sampai pencetakan Fuel card. Dalam waktu dekat akan dilaunching, karena kita ingin serbag digital sesuai dengan konsep pembangunan Batam sebagai Kota Baru,” katanya. (*/man)



