“Bertahap, sekarang kita mulai memperbaiki mana yang belum sempurna. Pelabuhan ini (Batu Ampar) harus bertaraf internasional,” ujarnya.
Bukan tanpa alasan Muhammad Rudi membangun pelabuhan tersebut. Ia mengungkapkan, pelabuhan tersebut salah satu andalan pendapatan BP Batam di sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kondisi saat ini melihat dermaganya saja sudah pesimistis. Tapi kita bangkitkan lagi agar kelemahan ini bisa diperbaiki,” katanya.
Ia berharap, dengan pembangunan Pelabuhan Batu Ampar yang terus dikontrol, bisa terwujud dalam waktu 2-3 tahun ke depan agar dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kota Batam secara keseluruhan.
“Potensi di perairan Batam sangat besar dan belum digali secara maksimal. Semoga kita punya semangat sama membangun Kota Batam,” kata Muhammad Rudi. (*)



