Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyebut kunjungan wisman ke Kepri hingga Oktober 2023 tembus di angka 1,2 juta lebih. Jumlah itu diperkirakan bertambah hingga penutupan tahun 2023 ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan wisman ke Kepri sampai akhir Desember 2023 tembus di angka 1,5 juta.
“Kita bersyukur karena pariwisata Kepri telah membaik dan berharap tidak ada lagi turbulensi ekonomi. Semoga pariwisata Kepri bisa terus meroket, seperti tahun -tahun sebelumnya sebelum ada pandemi,” kata Gubernur.
Ansar menyebut kunjungan wisman di Kepri tertinggi terjadi pada tahun 2019, di mana kunjungan wisman tembus di angka 2,967 juta kunjungan.
“Dan kita mesti mengejar itu kembali,” lanjutnya.
Belum lama ini, pihaknya meminta PT Bintan Resort Cakrawala selaku pengembang kawasan wisata terpadu Lagoi Bintan untuk membuka pelayaran ke Johor Malaysia menuju Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) yang ada di Lagoi.
“Mungkin satu sampai dua trip saja dulu dalam satu hari, karena teman-teman di Johor, meminta seperti itu, Karena jika melalui Singapura biaya perjalanan cukup mahal dan perjalanan yang panjang,” ungkap Gubernur Ansar.
Kepri memiliki modal kuat untuk meningkatkan kunjungan wisman. Indeks Pembangunan Manusia Kepri membaik, berada di angka 79,6 poin urutan ketiga setelah DKI Jakarta dan Jogjakarta, Kepri, baru kemudian Bali.
Angka pertumbuhan ekonomi Kepri tahun 2022 sebesar 5,09 yang secara agregat di tahun 2023 ini diperkirakan bisa mencapai 5,5 hingga 5,6 persen.
Pertumbuhan ekonomi Kepri di tahun 2022 tertinggi di Sumatera dan berada di peringkat kelima atau keempat secara Nasional.
Menurut Gubernur, yang tidak kalah penting adalah angka moderasi agama yang hampir mencapai angka 90 persen di tahun 2022 menjadikan Kepri dianugerahi sebagai provinsi terbaik moderasi agama secara nasional.
“Semoga ini menjadi modal utama kita untuk bahu membahu membangun Kepri sehingga menjadi salah satu lokomotif ekonomi Indonesia yang dapat dibanggakan,” katanya. (*/man)



