Meski demikian, di daerah lainnya, tingkat okupansi masih terpantau belum mencapai seratus persen. Di Karimun misalnya, tingkat okupansi masih berada di angka 75 persen.
Menurut Yeyen, hal ini dikarenakan, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) menurun dari tahun sebelumnya. Begitu juga dengan hunian di Natuna masih rendah.
Ia menjelaskan, tingkat okupansi tahun ini sulit untuk dibandingkan dengan tahun 2022 lalu. Sebab tahun lalu, kondisi pariwisata Kepri masih berada di tahap pemulihan setelah diterjang pandemi Covid-19. Perbatasan antarnegara juga baru mulai dibuka pada Mei 2022 lalu.
Kondisi pariwisata Kepri kini berangsur membaik. Namun, kebijakan Visa on Arrival (VOA) dan bebas visa yang dihentikan untuk sementara waktu bagi 159 negara, cukup memengaruhi kunjungan wisatawan, khususnya di Lagoi, Bintan. Penurunan wisman bahkan mencapai 30 persen.
Pihaknya berharap, Pemerintah dapat memberlakukan kembali kebijakan bebas visa dan VOA untuk beberapa negara penyumbang jumlah wisman, seperti China, Korea Selatan, Jepang, India, Taiwan, dan Australia. (*/man)



