HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Kinerja Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, yang melakukan pelatihan selama ini mendapat sorotan dari Anggota Komisi lV DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa.
Mustofa menilai hasil pelatihan tenaga kerja di Kota Batam minim, sehingga banyak perusahaan merekrut tenaga kerja dari luar Batam untuk memenuhi kebutuhan di tempat kerja.
Anggaran pelatihan atau sertifikasi tenaga kerja di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencapai Rp 15 miliar hingga Rp 18 miliar setiap tahunnya.
BACA JUGA:Â Wujudkan Batam Kota Baru, Muhammad Rudi Ajak Masyarakat Jaga Kekompakan
“Itu anggaran tidak sedikit dan hasilnya sangat minim ini temuan dan kenyataan di lapangan. Perusahaan masih melakukan SP-Akad atau perjanjian kerja dengan daerah lain,” ujar Mustofa, Selasa (19/12/2023).
Politisi PKS ini menuturkan sistem dan regulasi merupakan salah satu yang menjadi penghambat tidak optimalnya pelatihan dan penempatan tenaga kerja lokal Batam. Menurutnya bagian pelatihan dan penempatan itu berada di Bidang dalam struktur organisasi Disnaker.
“Kalau di provinsi, pelatihan dan penempatan itu satu Bidang, nah kalau di Batam itu jadi dua Bidang, ini harus ada sinkronisasi. Kami melihat ada kelemahan disitu,” katanya.
Diakuinya untuk memastikan hal itu, pihaknya juga sudah melakukan komunikasi kepada Bidang Pelatihan dan Bidang Penempatan tenaga kerja kita Batam. Ia mencontohkan, ada perusahaan yang meminta tenaga kerja yang sudah melalui pelatihan 4G dan memprioritaskan yang 5G, sementara pelatihan yang diselenggarakan baru mampu di kelas 4G.


