“Dengan adanya pelatihan ini, semoga para pelaku IKM dapat mengoptimalkan keterampilan mereka dalam mengelola usaha olahan ikan,” ungkapnya.
Riany optimistis dengan adanya kegiatan ini dapat membangkitkan semangat enterpreneur para pelaku usaha di Tanjungpinang. Ia juga mengajak pelaku IKM tidak mudah menyerah di tengah tantangan perkembangan zaman. Justru itu menjadi peluang dalam menciptakan inovasi dan konsistensi supaya usaha yang dijalankan terus berkelanjutan.
Sementara Kepala Bidang Perindustrian di Disdagin Tanjungpinang, Muhammad Endy Febri, menyampaikan dalam upaya memastikan keberlangsungan komunitas pelaku usaha olahan ikan. Pihaknya menyediakan wadah komunikasi berupa grup informal bagi peserta pelatihan tersebut.
Hal itu, bertujuan agar para pelaku IKM di Tanjungpinang dapat saling mendukung dan membantu sama lainnya dalam mengembangkan usaha olahan ikan.
“Kami juga telah memberikan arahan supaya pelaku IKM membentuk koperasi, salah satunya untuk memudahkan mendapat akses permodalan,” ujar dia.
Endy menambahkan pelatihan pengolahan ikan melibatkan tiga narasumber praktisi atau pelaku usaha pengolahan ikan yang telah berhasil mengembangkan usahanya di bidang terkait. Mereka mempraktikkan tata cara mengolah ikan menjadi produk-produk makanan bernilai ekonomis, seperti nuget, sosis hingga kerupuk ikan yang sesuai dengan kebutuhan.(*/man)



