Mengenai rencana pemindahan pengungsi Rohingya ke Pulau Galang, Ariyanto mengaku setahu dia belum ada pembicaraan soal itu di kalangan warga pulau Galang.
Ia mengatakan tak mau berkomentar tidak banyak perihal rencana menjadikan Galang sebagai tempat penampungan pengungsi asing. Pasalnya, ia hanyalah warga biasa. Ia takut salah komentar nanti kena masalah.
BACA JUGA:Â Pemko Batam Salurkan 1.600 Paket Sembako Murah Untuk Warga Tanjunguncang dan Bukittempayan
“Ya nunggu putusan yang disanalah (Pusat), sekarang ini kalau tak ngikut nanti kena pulak kita.” tambahnya.
Melihat usulan pemindahan pengungsi Rohingya ke Pulau Galang, sebagian warga menolak kehadiran pengungsi Rohingya dengan alasan berbeda. Seperti penuturan Andi bahwa ia tidak setuju. “Janganlah menyusahkan kita saja sudah susah tambah susah lagi nanti,”katanya.
Penolakan juga diungkapkan oleh seorang warga di Pulau Galang lainnya yang mengkritik tindakan pemerintah terhadap penduduk lokal di Pulau Rempang. Ia membadingkan dengan perlakuan pada warga Rempang yang terkena kebijakan relokasi Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City.
“Jangan sampai orang kampung sendiri diusir, sekarang malah mendatangkan orang luar masuk Rempang. Kita tidak mau warga Rohingya itu masuk ke Rempang,”katanya. (*/man)



