HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Praktisi sekaligus akademisi senior di Kepri, Joni Ahmad, memuji pernyataan Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, terkait dugaan keterlibatan pihak luar dalam aksi unjuk rasa konflik Rempang pada 11 September 2023 lalu.
Menurut Joni, hal itu sekaligus memberi sinyal kepada publik bahwa aksi yang berujung ricuh di Kantor BP Batam tersebut tak terlepas dari peran seorang aktor intelektual.
Sedangkan para pengunjuk rasa yang mesti berhadapan dengan proses hukum hanyalah korban semata.
“Ini seolah membuka kotak pandora mengenai adanya rencana jahat untuk menggerakkan para pendemo demi menciptakan kerusuhan dan kerusakan di kantor BP Batam,” ujarnya Sabtu (4/11/2023).
BACA JUGA: Wali Kota Janjikan Jalan di Pulau Buluh Akan Dilebarkan, Bagikan Sembako Murah ke Warga
Ia pun menyayangkan kondisi ini yang akhirnya dapat merusak kondusivitas Batam sebagai kawasan investasi internasional.


