“Indonesia-Malaysia-Thailand bisa menjadi pusat Industri makanan dan minuman, sehingga industri halal dapat tumbuh dalam waktu ke depan. Pengembangan industri berbasis digital, kreatif produk, dan halal menjadi bagian penting dari industri halal di kawasan ini,” kata Airlangga.
BACA JUGA:Â Kementerian PUPR Buat Site Plan dan Bangun Infrastruktur Permukiman Warga di Tanjung Banun
Selanjutnya, ekonomi digital turut serta dalam pembahasan mengingat perkembangan teknologi yang semakin hari semakin canggih dan mudah.
Hal inilah yang membuat ekonomi digital harus digandeng dalam IMT-GT agar tujuan kerjasama dalam meningkatkan sektor perekonomian tercapai.
Sebelumnya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau (BI Kepri), Suryono, mengungkapkan, implementasi Cross-Border QR Payment saat ini telah memasuki fase uji coba dengan Singapura. Targetnya, kanal pembayaran ini bisa digunakan di negara ini pada akhir tahun.
“Kepri merupakan pintu masuk terbesar ketiga bagi wisatawan mancanegara, setelah DKI Jakarta dan Bali. Wisman yang masuk ke Kepri didominasi oleh wisatawan asal Singapura dan Malaysia,” ujar Suryono.
Cross-Border QR Payment antara Indonesia dan Thailand telah diimplementasikan sejak Agustus 2022, dan telah memproses lebih dari 30 ribu transaksi serta nominal lebih dari Rp 8 miliar, baik transaksi inbound maupun outbound.
Sedangkan QR Payment antara Indonesia dan Malaysia diimplementasikan pada Mei 2023 lalu, dan telah memproses lebih dari 20 ribu transaksi serta nominal lebih dari Rp 8 miliar.
Ke depan, Indonesia juga akan memperluas konektivitas QR Pembayaran yang rencananya akan diimplementasikan pada November 2023 dengan Singapura. (*/man)


