2. Reaksi U turn atau putar balik dengan ketentuan menyalakan lampu sen, disini pemohon tidak diperbolehkan untuk menurunkan kaki dan pastikan lampu sen kanan menyala saat hendak putar balik.
BACA JUGA:Â 191 Ribu Ponsel Terancam Bakal Di-Shutdown Buntut Kasus IMEI Ilegal
3. Kemudian pemohon harus melintasi jalur S tanpa menurunkan kaki atau keluar jalur yang telah dibuat
4. Reaksi menghindar untuk belok kiri sen kiri, belok kanan sen kanan dan berhenti menggunakan kaki kiri.
Dalam keterangannya, pemohon yang melakukan ujian praktik SIM C diberi dua (2) kali kesempatan dan diperbolehkan untuk menggunakan kendaraan pribadinya.
Kecepatan dari kendaraan saat ujian yakni pada kisaran 30 km/jam serta menggunakan helm dan membawa kendaraan yang memiliki kelengkapan seperti spion, sen yang hidup, lampu hidup, dan lainnya.
Seorang peserta yang berhasil lolos mengatakan, jalur yang ada saat ini juga dianggap memiliki tingkat kelebaran yang lebih dan memadai ketimbang jalur sebelumnya yang dirasa sempit.
“Lebih mudah yang ini untuk sirkuitnya dibanding yang sebelumnya. Kuncinya untuk praktiknya lebih fokus saja sama rambu-rambu yang ada sehingga harapan untuk lolos besar,” katanya. (*/man)



