HomeEDUKASIWirya Sorot Mutu Pendidikan Tidak Merata di Negeri, Siswa Banyak Mengejar Sekolah...

Wirya Sorot Mutu Pendidikan Tidak Merata di Negeri, Siswa Banyak Mengejar Sekolah Favorit

spot_img

”Seharusnya Disdik lebih fokus bagaimana membuat mutu sekolah-sekolah baru bisa sebaik sekolah-sekolah favorit. Misalnya SMA 26, sebaik SMA 3, SMA 24 sebaik SMA 1, SMA 25 sebaik SMA 8 dan sekolah lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Pemerintah Perlu Gandeng Swasta Bermitra Agar Siswa di Negeri Tidak Membeludak

Jika mutu satu sekolah dengan yang lain masih berbeda, maka PPDB akan bermasalah tiap tahun karena masyarakat akan mengejar sekolah favorit.

”Bisa sudah merata mutu pendidikan pasti akan mengurangi penumpukan di pendaftar SMA- SMA favorit,” bebernya.

Untuk itu, Wirya menyarankan Disdik menambah sarana, prasarana, fasilitas, guru-guru yang bermutu dan lainnya untuk sekolah-sekolah baru. ”Tujuan kita agar mutu pendidikan di semua sekolah merata,” sebutnya.

Tetapi, jika Disdik masih hanya fokus mengkampanyekan masyarakat harus penuh kesadaran ke sekolah-sekolah baru, tanpa ada perbaikan, maka masalah PPDB akan kembali terulang setiap tahun.

Pantauan di SMAN 3 Batam, pada 1 Agustus masih ada siswa yang mendaftar agar bisa masuk sekolah. Anak itu berasal dari Mukakuning, dan ingin sekolah di SMAN 3 Batam, bukan di SMAN 16 yang ada di Tanjungpiayu.

Alasan anak itu karena dia termasuk prestasi non akademik sehingga memilih melanjutkan sekolahnya di SMAN3 Batam. “Anak saya ini berprestasi dan dia minta untuk sekolah di SMAN3 Batam ini. Semoga bisa bersekolah di sini,” katanya Selasa (1/8/2023).

Ia bersama orangtuanya memilih sekolah di SMAN 3 Batam karena selama ini output dari sekolah tersebut banyak diterima masuk ke perguruan tinggi negeri di Indonesia, sedangkan sekolah lain belum nampak hasilnya.

Seorang guru di SMAN 3 Batam mengatakan jika Dinas Pendidikan melakukan pemerataan pendidikan tentu para siswa tidak akan membeludak ke sekolah ini.

BACA JUGA  Pertamina Perluas Uji Coba Transaksi BBM Bersubsidi dengan QR Code Mulai Diterapkan di Kepri

“Kami sebagai guru yang mengajar tentu akan lebih padat karena mengajar secara tatap muka setelah itu mengajar secara online. Karena tugas dan panggilan kami sebagai guru tentu kami akan menjalankan ini,” katanya. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI