BACA JUGA: KPU Lingga Bakal Datangi Sekolah Sosialisasi Pemilu 2024, Ada 1.500 Lebih Pemilu Pemula yang Disasar
Melanjutkan kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman pada suku bunga sektor-sektor hilirisasi; serta mempertajam strategi digitalisasi sistem pembayaran untuk perluasan inklusi ekonomi dan keuangan digital.
Perekonomian domestik pada triwulan II 2023 diprakirakan tumbuh lebih baik dari proyeksi, ditopang oleh peningkatan konsumsi rumah tangga dan investasi.
Peningkatan konsumsi rumah tangga didorong oleh terus naiknya mobilitas, membaiknya ekspektasi pendapatan, dan terkendalinya inflasi. Ini juga didorong dampak positif dari Hari Besar Keagamaan, dan pemberian gaji ke-13 kepada Aparatur Sipil Negara (ASN)
Sementara itu, iklim investasi juga membaik, seiring meningkatnya investasi terutama sektor nonbangunan. Hal ini sejalan dengan kinerja ekspor yang positif dan berlanjutnya hilirisasi.
Namun, ekspor barang diprakirakan melambat sejalan dengan ekonomi global yang melemah, sedangkan ekspor jasa tumbuh tinggi dipengaruhi kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.
Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang Industri Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, serta Informasi dan Komunikasi.
Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan dapat mencapai kisaran 4,5 – 5,3%. Bank Indonesia menyatakan akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.
“Secara spasial, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh pertumbuhan wilayah Kalimantan dan Jawa yang masih kuat sejalan dengan terjaganya permintaan domestik,” jelas Perry. (*/man)


