Sebelumnya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri, Rohina mengatakan segala bentuk kegiatan untuk menurunkan angka stunting di Kepri gencar dilakukan.
“Saat ini stunting di Kepri sudah berada di angka 15, 4 persen. Target kami di tahun 2024 secara nasional turun menjadi 14 persen. Untuk menggapai itu segala bentuk kegiatan dan program terus kami genjot sejak dini,” sebut Rohina.
Hal ini sejalan dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yakni, mulai membentuk TPPS (Tim Percepatan Penurunan Stunting) dari provinsi hingga ke desa atau kelurahan, merekrut TPK (Tim Pendamping Keluarga) , tenaga Satgas Stunting dan mengajak semua stakeholder untuk menjadi Bapak atau Kakak Asuh anak stunting.
“Kami sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah kepala daerah di Kepri. Insyaallah saya pribadi yakni di tahun 2024 angka stunting di Kepri akan turun,” ungkapnya.
Rohina membeberkan bahwasanya ke depan pihaknya akan melakukan sosialisasi masif di dua Kabupaten di Kepri yang masih tinggi angka stunting yakni Lingga dan Natuna.
Pada kesempatan tersebut, BKKBN juga melakukan pengukuhan Duta Genre desa/kelurahan dan penobatan Bapak/Ibu/Kakak Asuh anak stunting di Kepri.
“Dapat kami laporkan bahwa sampai dengan 22 Mei 2023 capaian duta genre desa/kelurahan di Provinsi Kepri baru 280 pasang dari 417 desa/kelurahan atau sebesar 67.15 persen, dan sekarang 4 Juni 2023 menjadi 304 pasang atau sebesar 72,17 persen.
Sementara itu capaian Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) sampai dengan bulan Mei 2023 sebesar 82 BAAS dengan total anggaran sebesar Rp 9.543.240.000. (Red)


