Dia pun menanyakan, bagaimana nasib anak istri keluarganya yang ditangkap. Sementara, dari hasil mendulang timah yang tak seberapa, pihak keluarganya yang ditangkap hanya mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Saya pun pendulang pak (cari timah), seandainya timah tutup saya mau makan apa pak. Saya mohon pak, saya sedih melihat adek saya di dalam penjara belum tau nasibnya gimana pak,” tuturnya.
“Bagaimana anak istri dia yang mencari nafkah sendiri di luar tanpa suami,” ujarnya.
Saat ditemui, Dede pun menceritakan, bahwa ia terkejut mendengar kabar bahwa pekerja timah ditangkap Polda Kepri.
“Semuanya saudara saya, masih pakai baju biasa saat dari timah langsung dibawa,” katanya.
“Yang dibawa bawan, Sol, Juliho, Jang, Iyan,” sebutnya.
Dia pun berharap, agar keluarganya segera dibebaskan dan Pemerintah mengeluarkan Izin Pertambangan Rakyat atau IPR demi kelangsungan hidup masyarakat. (*/ven)



