Rudi menyebut, ada sekitar 800 proyek tongkang di Kota Batam untuk tiga tahun ke depan.
Untuk mendukung ratusan proyek tersebut, pihaknya mengatakan jika kebutuhan tenaga kerja pun akan menjadi perhatian serius para pelaku usaha.
Ia mencontohkan proyek tongkang di Kota Batam ini ada sekitar 800 untuk tiga tahun ke depan. Tiga tahun itu satu perusahaan bisa berapa bentang? Seumpama dia bisa bentang 20 tongkang atau 10 tongkang.
Satu tongkang butuh berapa orang, habis proyek butuh lagi orang yang baru. Orang-orang itu juga yang kerja. Mungkin ada di perusahaan tertentu yang memang kurang tenaga kerjanya. “Dengan adanya proyek ini akan membutuhkan tenaga terampil cukup banyak,” katanya.
BACA JUGA:Â Penjual Bunga Sediakan Beragam Bunga Menyambut Valentine Day, Berikan Kado Terindah ke Pasangan Anda
Ia tak menampik, pihaknya telah memfasilitasi keluhan para pelaku usaha industri galangan kapal yang ada. Beberapa di antaranya dengan menggelar pelatihan dan sertifikasi untuk bidang tertentu. Terutama untuk Welder.
Bahkan, Disnaker Kota Batam juga menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan dan Padang dalam penyelenggaraannya.
“Kita sudah fasilitasi keinginan pelaku usaha. Tapi, kita minta tolong juga ke mereka untuk mendidik tenaga kerja yang ada saat ini. Sebetulnya, untuk proyek shipyard dan offshore kita juga kekurangan tenaga kerja. Seperti PT SMOE dan McDermott juga sudah minta,” ungkapnya.
Ia membeberkan, ada juga proyek ke Korea yang akan berjalan dalam waktu dekat. Proyek itu pun membutuhkan tenaga kerja yang berpengalaman dan profesional.
Terkait ini Disnaker Kota Batam juga bergerak cepat untuk segera mencetak tenaga kerja yang mumpuni.
“Kita serius untuk mengadakan sertifikasi dan pelatihan untuk tenaga kerja. Kita juga sudah berkoordinasi dengan INSA serta sejumlah pelaku usaha industri galangan kapal,” tuturnya. (*/man)



