BACA JUGA:Â Desjan Borong Medali Emas di Ajang Atletik Kejuaraan Internasional di Malaysia
Dari total anggaran yang dikucurkan, proyek pelabuhan peti kemas Malarko baru terbangun Causeway sepanjang 800 x 6 meter persegi. Dan Dermaga sepanjang 110 x 10 meter persegi.
Padahal sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas Karimun, Pelabuhan Malarko merupakan proyek strategis maritim untuk mendorong pengembangan investasi.
Pelabuhan Malarko sangat strategis karena berada di jalur perdagangan Selat Malaka, dan berbatasan dengan Singapura dan Malaysia.
Sehingga pelabuhan ini dirancang untuk dapat disinggahi kapal-kapal besar dengan fasilitas lengkap untuk ekspor dan impor, serta dilengkapi dengan gudang penumpukan dengan ekspektasi bisa disandari kapal berukuran 10.000 GT ke atas.
Masyarakat yang tinggal di Dusun Pelambung, kini juga tidak dapat lagi melaut karena area tangkapnya terganggu dengan adanya proyek pelabuhan tersebut.
Pelabuhan Malarko yang disebut-sebut dapat membantu mendongkrak perekonomian daerah serta nasional masih menjadi misteri, akankah menjadi masa depan lanjutan perekonomian masyarakat Kabupaten Karimun?
Bahkan dalam kunjungannya Anggota DPR RI Cen Sui Lan dan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi juga telah melakukan peninjauan langsung terhadap mangkraknya pembangunan pelabuhan Malarko yang telah sepuluh tahun lebih itu.
Namun, kondisi APBN yang mengalami defisit sehingga pihaknya tidak bisa menyediakan anggaran untuk pembangunan kembali. Bahkan sempat mencari investor dalam penyelesaiannya yang melibatkan Provinsi dan Kabupaten.
Disisi lain, Ketua Kelompok Nelayan Dusun Pelambung Desa Pongkar, Wira menuturkan harapannya terhadap pembangunan pelabuhan Malarko sesuai dengan janji-janji dari pemerintah.
BACA JUGA:Â Polresta Barelang Tangkap Kurir 26,535 Kilogram Sabu Asal Malaysia Sebagain akan Dikirim ke Jawa
“Dulu di iming-iming apabila ini berhasil akan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat, termasuk nasib anak-anak kami di masa depan tidak susah mencari kerja,” ujar Wira.
Mewakili masyarakat Kabupaten Karimun, Bupati Karimun Aunur Rafiq juga sangat mengharapkan pelabuhan Malarko dapat segera dilanjutkan dan terealisasi manfaatnya, sehingga masyarakatnya dapat merasakan dampaknya, khususnya bagi perekonomian masyarakat.
“Perihal ini juga saya sampaikan ke bapak Menhub RI dan saya juga berharap dampak baiknya tentu akan terbukanya lapangan pekerjaan serta yang terpenting multiplier effectnya ada untuk penerimaan-penerimaan yang bisa ditarik untuk daerah dan pemerintah pusat,” ujar Rafiq. (mun)



