“Pada intinya kesiapan daripada SDM kita yang harus menjadi perhatian, dari skil, keahlian maupun dari kompetensi yang bersertifikat. Sehingga keahlian itu dapat dibuktikan sesuai sertifikasi yang sudah dikeluarkan Pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Pj Sekda Bintan, Rony Kartika menuturkan, terkait rencana investasi baru itu, Pemerintah Kabupaten Bintan memang harus mensupport.
Dengan adanya investasi baru masuk, kesiapan daerah memang harus menerima keadaan investor. Dimana Pemerintah Kabupaten Bintan juga harus bisa mengambil bagian untuk mendukung seperti wilayah-wilayah penyangga bisa ikut mensupport.
“Salah satunya bisa berkolaborasi dengan Bumdes Desa setempat untuk mendukung kebutuhan disana,” terangnya.
Begitu juga jika ada anak tempatan yang bisa diikut sertakan untuk bekerja di dalam Kawasan KEK Galang Batang.
“Tentu kita ingin bisa bersinergi bersama-sama. Supaya anak-anak ataupun pemuda-pemudi tempat yang belum bekerja, bisa bekerja disana sesuai dengan kemampuanya,” terangnya.
Saat disinggung apa upaya Pemerintah Daerah agar anak-anak tempatan bisa mempunyai skil untuk bekerja di sana, Rony mengaku, bahwa Pemerintah Daerah akan melakukan pelatihan-pelatihan dengan berkolaborasi bersama pihak perusahaan.
“Langkah ini kita lakukan supaya anak tempatan memiliki skil sesuai kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Jadi intinya kita perkuat melalui SDMnya,” ungkapnya.
Rony juga menambahkan, dengan adanya investasi baru ini juga nanti bisa menambahkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan bisa meningkatkan perekonomian di Kabupaten Bintan sendiri.
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad mengatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Kabupaten Bintan mendapat tambahan investasi USD 2 miliar atau setara Rp30 triliun pada tahun ini.
“Ini investasi di bidang teknologi daur ulang terpadu. Investornya masih dari China,” kata Gubernur Ansar di Tanjungpinang, Sabtu.
Ansar menyebut investasi tersebut diperkirakan mampu menyerap 23 ribu tenaga kerja. Ia akan mendorong perusahaan terkait mengutamakan para pekerja lokal, yaitu anak-anak tempatan dengan memperhitungkan spesifikasi bidang kerjanya agar anak daerah mendapat porsi di kawasan industri KEK Galang Batang
Oleh karena itu, Ansar mengharapkan tenaga kerja lokal mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Pemerintah daerah akan memperbanyak program pelatihan ketenagakerjaan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan daya saing tenaga kerja lokal.
“Kita apresiasi kemudahan birokrasi perizinan investasi di KEK Galang Batang Bintan. Ini tentu akan meningkatkan perekonomian hingga berdampak positif terhadap daya beli masyarakat dan penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Ansar.
Lebih lanjut Ansar menyampaikan ia juga sudah bertemu dengan Menteri Koordinator RI Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marvest) Luhut Binsar Panjaitan berkaitan dengan rencana penambahan investasi di KEK Galang Batang.
Pengembangan investasi di KEK Galang Batang oleh pemerintah pusat sebagai percontohan investasi yang berkelanjutan dan dapat ditiru daerah lain di Indonesia.
“Menko Luhut menyambut baik dan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan peluncuran penambahan investasi di KEK Galang Batang,” ucap Ansar.
KEK Galang Batang beroperasi sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang bauksit dan produk turunannya baik dari pemurnian maupun dari proses smelter.
KEK Galang Batang menjadi salah satu kebanggaan Provinsi Kepri dan Indonesia. Pasalnya, kawasan ini menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) dan devisa negara.
“Banyak harapan ke depan bahwa kawasan KEK Galang Batang menjadi contoh pengembangan industri yang ramah lingkungan,” kata Ansar.
KEK Galang Batang merupakan salah satu proyek strategis nasional. Sejak resmi beroperasi pada 8 Desember 2018, hingga Januari 2022 sudah sekitar Rp 18 triliun nilai investasi masuk ke kawasan itu, melalui PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).
Nilai investasi itu diperuntukkan bagi industri utama yang dikembangkan di KEK Galang Batang yakni, industri pengolahan alumina atau bahan baku aluminium dan aluminium batangan. (*/man)


