HARAPANMEDIA.COM, BINTAN – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berada di Kabupaten Bintan akan kembali menghadirkan investasi baru.
Setelah PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI), rencana investasi berkisar USD 2 Miliar atau sekitar Rp 30 Triliun akan menghampiri kawasan tersebut.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PTSP Kabupaten Bintan, Indra menyebutkan, sangat menyambut baik dengan rangkaian rencana investasi tersebut.
“Kita dari PTSP sendiri akan turut mendukung memberikan pelayanan terkait dengan perizinan,” terangnya.
BACA JUGA:Â Amsakar Hadiri Penutupan KKN Unrika di Batam Ini Pesannya ke Mahasiswa
KEK Galang Batang Bintan dapat tambahan investasi Rp30 triliun
Lanjutnya, terkait rencana itu, dari informasi yang didapatkan bahwa memang ada rencana pengembangan dan perluasan.
“Perluasannya itu, ada di beberapa lokasi. Yang memang berada satu hamparan di Kawasan KEK Galang Batang,” terangnya.
Lanjutnya, rencana pengembang, ada beberapa pabrik dan lainnya yang akan dikembangkan di sana.
Salah satunya mereka akan membangun pelabuhan kontainer untuk melayani bongkar muat, khusus di Kawasan KEK Galang Batang.
“Pabrik daur ulang plastik dan metal, pabrik metro Kimia, dan masih banyak yang lainya,” terangnya.
Sementara yang saat ini sedang mengurus perizinan, salah satunya terkait rencana pembangunan pabrik daur ulang plastik dan metal.
“Jadi saat ini, yang sedang melakukan pengurusan perizinan itu terkait rencana pembangunan pabrik daur ulang plastik dan metal,” terangnya.
Indra juga menyebutkan, untuk membangun sejumlah pabrik itu, butuh kawasan yang luas.
“Saat ini masih mengajukan perluasan, dengan mencapai lahan yang dibutuhkan sekitar 5.000 hektare,” terangnya.
Indra juga mengakui, bahwa Investasi baru di Kawasan KEK Galang Batang masih akan bertahap dengan nilai investasi yang bervariasi.
“Jadi nilai investasinya bervariasi dari berbagai sektor, termasuk dalam tahap waktu dekat yang sudah mulai mengurus proses perizinan terkait pembangunan pabrik pengolaan daur ulang plastik dan metal,” ucapnya.
Lanjutnya, sesuai dengan rencana yang mereka susun di Master Plant. Pelaksanaan realisasinya masih bertahap.
BACA JUGA:Â Indeks Kebebasan Pers di Kepri Turun Dewan Pers Datang ke Tanjungpinang
“Mungkin, rencana pembangunan sejumlah pabrik dan pelabuhan di sana bisa diselesaikan minimal 5 tahun ke depan,” ungkapnya.
Indra juga menambahkan, jika melihat nilai investasi dan sejumlah rencana pembangunan, sangat membutuhkan tenaga kerja yang jumlahnya cukup lumayan banyak.
Sehingga prediksi mereka apabila hal itu berjalan sesuai dengan rencana, ditargetkan penyerapan tenaga kerja mencapai 100 ribu orang.
Hal ini langsung disampaikan dari pengelola. Dengan penyerapan tenaga kerja seperti itu, berarti ada peluang untuk masyarakat di Kabupaten Bintan.


