“Telur kita asalnya dari Medan. Dan stoknya aman-aman saja. Setahu saya kenaikan tinggi ini karena harga pakan ayam yang mengalami kenaikan cukup tinggi,” kata Yanto.
Ia menambahkan, kendati harga telur sudah Rp 53 ribu perpapan, harga ini masih dikategorikan cukup mahal. Lantaran setahun yang lalu harga telur masih diangka Rp 40 ribuan perpapan.
BACA JUGA:Â Ansar Sebut Warga Kendal di Kepri Cukup Banyak dan Ikut Menentukan Kemajuan Provinsi Kepri
“Saya berharap juga pemerintah bisa menstabilkan harga telur ayam ini. Sehingga penjualan tak mengalami penurunan lagi. Kami pedagang sih harapannya itu aja,” ujar Yasin.
Terpisah, Pedagang Telur Gulung di Legenda Malaka, Amin mengaku mengeluhkan kenaikan harga telur. Modal yang dikeluarkan setiap harinya untuk membeli telur harus bertambah.
“Syukurlah kalau sudah mulai turun,” katanya.
Diakuinya satu tusuk telur gulung dijual Rp 1000 kepada anak sekolah. Sejak telur naik harga, Amin tidak juga menaikkan harga telur gulungnya.
“Sasaran kita anak sekolah kasihan juga kalau harus saya naikkan. Jadi besarnya saja yang saya kurangi,” katanya. (*/man)


