HomeBatamOperator Kapal Batam-Singapura Keluhkan BBM hingga Visa on Arrival Berdampak ke Harga...

Operator Kapal Batam-Singapura Keluhkan BBM hingga Visa on Arrival Berdampak ke Harga Tiket

spot_img

“Rata-rata penumpang hanya 30-40 orang saja per kapal. Dulu (sebelum pandemi) kami bisa kerahkan sampai 40 trip kapal per hari, sekarang hanya 11 kapal,” jelas Chua Choon Leng.

BACA JUGA: Bentuk Polsubsektor Agar Cepat Melayani Masyarakat Terluar di Anambas

Penyebab lainnya ada di kebijakan visa on arrival (VOA). Chua Choon Leng menjelaskan, selama ini pemerintah menerapkan kebijakan VOA yang mewajibkan pelancong asing dari 75 negara untuk membeli visa saat kedatangan sebesar Rp 500 ribu atau sekitar SGD 50. Sementara itu, hanya sembilan negara di ASEAN yang dibebaskan visa kunjungan.

Padahal, para penumpang kapal Ferry penyeberangan dari Singapura ke Batam tidak hanya warga negara Singapura saja, melainkan juga wisatawan dari negara India, Tiongkok, Korea Selatan dan lainnya. Hal ini, baginya, turut membatasi jumlah penumpang kapal yang ada.

“Karena ada VOA itu, tamu-tamu kami dari Tiongkok, India, atau Korea sudah sedikit sekali,” tambah Chua Choon Leng.

Ia berharap kebijakan VOA dapat dilonggarkan bagi sejumlah negara lainnya, agar jumlah penumpang kapal meningkat, dan operator kapal dapat menurunkan harga tiket setelah tidak adanya beban biaya operasional yang memberatkan. (*/man)

BERITA TERKAIT
spot_img

POPULER HARI INI

BERITA TERKINI