“Kuah campur atau gak, kak?,” ucapnya saat melayani pembeli.
Alwi mengungkapkan, bahwa sate yang dia bawakan lebih banyak dari hari biasanya.
“Bawa hari ini 400 tusuk, ini banyak yang habis lah,” kata dia.
Alwi sendiri merupakan warga perantau dari Madura, yang mengadu nasib ke pulau penghasil timah ini.
“Memang di hari biasanya tidak sebanyak ini (pembeli-red),” ujarnya yang saat itu tengah sibuk memotong lontong satenya.
Sama halnya seperti beberapa pedagang lain yang berada di dekatnya. Seperti tukang sosis, cilok, dan jajanan lainnya.
Cuaca yang terik, juga membuat pedagang es doger juga dikerumuni pembeli saat itu. Beberapa pedagang tidak putus dari para pembeli. (*/man)



