HARAPANMEDIA.COM, BINTAN – Puluhan Warga mendatangi kantor Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan wujud pengadaan sapi, pengembangan madu kelulut, dan pengadaan kelapa, sebagai program desa sejak 2017 lalu.
Mereka menyebut hingga saat ini tiga pengadaan yang menjadi program Desa Lancang Kuning yang sudah dijalankan itu tidak jelas keberadaannya.
Dalam aksi itu, sejumlah warga memegang pamplet protes terkait tiga program. Saat itu pihak kepolisian dan TNI juga ikut melakukan pengamanan situasi.
Pihak Desa Lancang Kuning lalu menerima pendemo, dan mengajak perwakilan warga untuk melakukan diskusi di aula Desa.
BACA JUGA:Â Terima Siswa di Luar Zonasi, Wali Kota Tanjungpinang Pindahkan Dua Kepala Sekolah
Perwakilan Warga dari Desa Lancang Kuning, Sugito menuturkan, pihaknya mempertanyakan keberadaan tiga program Desa Lancang Kuning yang dipimpin oleh Mantan Kepala Desa Lancang Kuning, Cholili Bunyani.
“Kita menanyakan tiga program pengadaan itu, tapi desa tidak bisa menjelaskan dan menunjukkan wujudnya. Padahal pengadaan tiga program itu mencapi ratusan juta,” terangnya., Senin (15/8/2022).
Ia menyebut untuk pendapatan Desa Lancang Kuning terkait tiga program ini sama sekali tidak tahu, dan hasilnya tidak transparan dari desa. Maka dari itu warga mempertanyakan. Soalnya, dampaknya kepada warga tidak ada.
BACA JUGA :Â 25 Peserta yang Finish Dapat Medali Pemko Gelar Lomba Batuampar 10 Kilo Terbuka untuk Umum dan PelajarÂ
“Padahal, kami warga Desa Lancang Kuning itu banyak ahli dalam pemeliharaan sapi dan ternak kelulut. Kenapa kami tidak dilibatkan. Begitu juga dengan kelapa, biasanya dibagi 2 bibit kelapa kepada warga per kepala keluarga(KK),” jelasnya.
Sugito juga mengatakan, dari hasil diskusi dengan pihak desa tidak ada titik terang dan kejelasan terkait wujud daripada program tersebut.
“Kita berharap pihak berwajib segera melakukan tindakan terkait hal ini. Kami juga berencana untuk membuat laporan,” katanya.


