Menurut dia, potensi resesi tetap ada di tengah perlambatan ekonomi global dan lonjakan inflasi, terutama bila pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV nanti merosot.
BACA JUGA :Â Cegah Monkeypox Masuk Semua Pelabuhan Internasional Diawasi Secara Ketat
Selain itu, Tauhid menyebut Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi pesat di kawasan Asia Tenggara maupun Asia.
Negara Asia rata-rata mengalami pertumbuhan 4,5 hingga 5 persen di kuartal II 2022. “Ada yang lebih tinggi dari ini (Indonesia). Di India, itu 7 persen pertumbuhannya, di Asia ada negara lain. Kalau kawasan Asia rata-rata bagus,” ujar Tauhid.
Mengutip Trading Economics pada Jumat (5/8), sejumlah pertumbuhan ekonomi negara Asia sekitar 4 hingga 8 persen pada kuartal I dan II. Ekonomi Vietnam tercatat tumbuh 7,72 persen di kuartal II, Singapura tumbuh 4,8 persen di kuartal II.
Sementara di kuartal I, ekonomi Filipina tercatat tumbuh 8,3 persen, Vietnam 5,05 persen, dan Malaysia 5 persen. Sementara Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi 5,44 persen pada kuartal II 2022. Angka ini jauh dari ekspektasi pemerintah dan ekonom yang di kisaran 5,1 persen-5,2 persen, termasuk ancaman resesi. (Red)


