“Luar biasa penampilan dari berbagai daerah, seni Melayu tetap terjaga. Tak kan Melayu hilang di bumi,” ucap Pebrialin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang terus mendukung kegiatan kepariwisataan Kota Batam. Kegiatan KSM ini masuk ke dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) 2022.
BACA JUGA:BNN Ungkap Keterlibatan Mantan Polisi Malaysia Produksi Sabu di Perumahan Elit di Batam
“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Harbourbay yang telah menyediakan tempat penyelenggaraan KSM tahun ini,” tambah Ardi.
Ia mengungkapkan, event KSM ini digelar dalam rangka memajukan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD), yang di dalamnya terkandung 10 unsur yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.
Ardi menyebutkan, ada 35 sanggar seni yang tampil di KSM. Beberapa sanggar tersebut berasal dari Provinsi Kepri, dan provinsi se-Sumatera, serta ada pula peserta dari mancanegara yakni Malaysia dan Brunei Darussalam.
“KSM tahun ini ada pergerakan ekonomi, ada bazar kuliner sehingga pengunjung bisa menikmati kuliner tradisional maupun kekinian,” ujar Ardi.
Disbudpar Kota Batam pun kembali mengundang para peserta untuk tampil di panggung KSM 2023 mendatang.
“Sampai jumpa di KSM tahun depan. Kita gelorakan kesenian Melayu dan terus lestarikan,” katanya. (*/man)


