HARAPANMEDIA.COM, JAKARTA – Thailand akhirnya melegalkan penggunaan ganja di negaranya. Bahkan Bangkok menggelar pameran Ganja dan Rami 360 derajat untuk Rakyat di dalam acara itu juga Kementerian Pertanian Thailand membagikan ganja gratis, sementara sektor swasta dan perusahaan masyarakat menjual tanamannya.
Menurut kantor kesehatan Provinsi Buri Ram, pameran itu menarik 66.888 pengunjung dan 218.790 penonton online. Selama acara, penjualan bibit ganja dan produk terkait mencapai hampir 10 juta baht atau sekitar Rp4,2 miliar.
BACA JUGA : Penjelasan Kemenag Soal Daftar Tunggu Haji Nyaris 100 Tahun
Pemerintah Buri Ram menyatakan, tak ada laporan soal efek samping yang tak diinginkan di antara konsumen ganja. Menurut mereka, acara itu juga mendidik masyarakat setempat tentang penggunaan ganja yang aman.
Selain Thailand, ada berbagai negara lain yang sudah melegalkan penggunaan ganja. Tanaman ganja di sejumlah negara mulai dilegalkan untuk berbagai manfaat, di antaranya sebagai terapi kesehatan.
Namun, apakah ganja bermanfaat buat tubuh dan juga kesehatan?
Sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti dari Cornell University, Amerika Serikat mengungkap jika legalisasi ganja di sejumlah negara bagian AS memicu penurunan permintaan resep obat anti depresi, obat tidur dan nyeri.
BACA JUGA :Â Dipindah Markas Koarmada I TNI AL Dari Jakarta Ke Kepri
Penelitian itu juga menyebut jika penggunaan ganja untuk mengobati kondisi medis, menghasilkan beberapa orang jadi jarang datang ke dokter untuk berobat.
Pada akhir 2020 Komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merestui rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menghapus ganja dari kategori obat paling berbahaya di dunia dan bisa digunakan untuk keperluan medis.
Usulan ganja untuk dihapus dalam daftar kategori obat berbahaya telah diusulkan selama 59 tahun terakhir. Keputusan ini juga dapat mendorong untuk menguak khasiat pengobatan ganja.
BACA JUGA :Badai PHK Massal Dihadapi Karyawan Shopee


