Saat ini penyalurannya sudah sampai ke pedagang kecil, bahkan kata Riany pedagang yang berada dekat Hutan Lindung juga sudah menjual minyak goreng curah tersebut.
Sebelum diantarkan ke warung pedagang juga ditanyakan kesediaannya untuk menjual minyak itu, sebab untungnya juga tidak banyak.
“Agar lebih banyak dapat untuk pedagang kadang tidak gunakan plastik, pembeli bawa jerigen langsung ke warung,” kata Riany.
BACA: Buka Akses Ekonomi, Pemprov Riau Bangun Lima Unit Jembatan Dengan Anggaran Rp51 Miliar
Riany menyebutkan untuk pedagang menengah ke atas diminta tidak lagi menggunakan minyak goreng curah, karena minyak subsidi itu sudah diatur penerimanya agar tepat sasaran.
“Yang kita khawatirkan adanya monopoli pembelian, kemudian menjual kepada pihak lain dengan harga yang lebih mahal,” ungkapmya.
Harga minyak goreng curah sendiri lebih terjangkau daripada minyak goreng kemasan yang dijual di mal yang ada di Tanjungpinang. (*/man)


