BACA: Pebalap Berharap Kepri Segera Miliki Sirkuit Bertaraf Nasional, Lomba Drag Bike Mulai Sering Digelar
Dua hektare lahan ini akhirnya bisa dijadikan tempat penyimpanan dan pemberhentian sementara bagi kontainer-kontainer yang masuk ke Batam. Adanya container yard ini diharapkan dapat meningkatkan volume bongkar muat barang di pelabuhan.
Sebelumnya, lokasi lahan itu dipenuhi dengan bangunan gudang-gudang persero. Namun, setelah dibersihkan dan diratakan, kini lokasi tersebut menjadi sebuah lahan kosong yang luas dan dapat menyimpan kontainer.
“Lahan yang mau kita garap seluruhnya ada 10 hektare, sudah siap dua hektare. Sekarang, kami sedang membersihkan yang 1,8 hektare lagi,” jelas Direktur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar.
BACA: Warga Singapura Hampir Dua Tahun Tinggal di Batam, Dua WNA Dicekal Masuk ke Indonesia
Dendi menargetkan, rencananya lahan container yard yang sedang dibangun ini selesai pada pertengahan tahun 2022 ini. Pengerjaan ini sejalan dengan proyek lainnya seperti pendalaman alur, dan pengadaan container crane.
Adapun container crane yang baru nantinya didatangkan dari Korea Selatan. BUP BP Batam membelinya dengan anggaran mencapai Rp 120 miliar. Dengan adanya container crane yang baru, jumlah kontainer yang bisa diangkut per jamnya lebih besar, dari sekitar 4-8 kontainer per jam, menjadi 24 kontainer per jam.
“Crane baru itu saat ini sedang proses manufaktur. Ada rencana tambah lagi sesuai kebutuhan,” ujar Dendi.
Ia mengungkapkan, proyek-proyek pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar ini tidak lain bertujuan untuk meningkatkan pelayanan. Pihaknya berharap ke depan kegiatan bongkar muat barang di Pelabuhan Batam dapat meningkat pesat.
“Kami bersyukur, volume bongkar muat di tahun 2021 terbukti naik 17,8 persen, atau mencapai 611.682 kontainer. Ke depannya kami berharap akan semakin bertambah,” katanya. (Man)


