BACA:Â Deretan Negara Penyumbang Emas Terbesar Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Belum lagi pinggir jalan yang telah dipasang ribuan lampu cangkok atau pelita, menambah kemeriahan suasana ini.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memang telah membolehkan warganya untuk melakukan takbir keliling.
Meski di wilayah lain belum bisa berbuat, namun kesempatan ini tidak dilewatkan oleh Desa Sungai Buluh.
Sejumlah pemuda yang tergabung di Desa ini, saling bergerak untuk menghidupkan kembali kemeriahan yang telah lama hilang.
Seorang pemuda beranama Udin, menjadi penggerak dalam kegiatan ini. Bersama sejumlah pemuda lainnya, mereka memuaskan hati masyarakat dalam pawai obor tersebut.
“Memang awalnya ini tergerak dalam kelompok Remaja Muhajir dari kami, hanya 24 orang. Awalnya memang timbul berbuat hal ini, ketika sebelumnya melihat kesedihan teman-teman yang memasang status sosmed yang rindu sama takbir keliling. Dari situ muncul bagaimana kami bisa menggerakkan ini, agar takbir keliling bisa digelar lagi,” kata pria tersebut.
Dari pergerakan kecil ini, timbul respon positif dari masyarakat. Ratusan anak SD saat itu juga telah siap untuk ikut berpartisipasi dalam kemeriahan pawai obor di malam 1 Syawal 1443 H itu.
Mereka pun telah menyiapkan 100 obor untuk antisipasi, ketika ada yang tidak membawanya dari rumah.
“Memang kita suruh anak-anak ini untuk bawa obor dari rumah, tapi kami siapkan lagi 100 obor sebagai antisipasi,” ujarnya.
Tidak disangka, pergerakan kecil mereka menjadi pergerakan yang besar ketika mendapat dukungan dari kalangan masyarakat.
Meski menyiapkan kegiatan di waktu sempit, namun berkat semangat para pemuda, kegiatan ini sukses digelar.
“Alhamdulillah, memang di sepanjang jalan masyarakat menunggu rombongan pawai lewat, seolah-olah mereka merindukan suasana seperti ini.
Puas lah, timbul rasa syukur tersendiri ketika kegiatan ini tercapai,” tuturnya.
Dia pun berencana, agar perayaan malam lebaran Idul Adha mendatang bisa meriah kembali, dengan melibatkan para remaja. (Redaksi)



