HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Menanggapi keluhan berbagai pihak terutama turis asing asal Singapura terhadap kenaikan harga tiket kapal feri, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Junaidi berpendapat, kenaikan harga tiket kapal feri Batam-Singapura memberatkan wisatawan mancanegara (Wisman) asal Singapura.
“Soalnya wisman Singapura datang ke Kepri rata-rata bawa keluarga, mencapai lima hingga enam orang, tapi mereka mulai mengeluh setelah melihat harga tiket kapal naik,” kata Junaidi di Tanjungpinang, Rabu.
Junaidi menyebut selama ini kunjungan wisman ke Kepri didominasi warga Singapura, sehingga kenaikan harga tiket kapal Batam-Singapura otomatis berdampak pada penurunan kunjungan turis asing ke daerah setempat.
Dia mengatakan, kenaikan tarif tiket kapal Batam-Singapura sudah berlangsung selama dua tahun terakhir. Kenaikan ini juga dikeluhkan oleh masyarakat Kepri yang ingin pergi berlibur ke Singapura.
BACA JUGA:Alasan Mengapa Harga Obat di Indonesia 5x Lebih Mahal Daripada di Malaysia
Sebelum pandemi COVID-19, kata dia, harga tiket kapal Batam-Singapura berkisar antara Rp390 ribu hingga Rp450 ribu untuk pulang dan pergi, namun setelah pandemi pada bulan April 2022, harga meroket menjadi hingga Rp800 ribu untuk pulang dan pergi.
Harga tiket sempat turun pada Juni 2022 menjadi Rp700 ribu pulang dan pergi, setelah mendapat perhatian Gubernur Kepri Ansar Ahmad.
“Adapun saat ini harga tiket tersebut berkisar antara Rp760 ribu sampai Rp780 ribu pulang dan pergi,” ujar Junaidi.
Pihaknya berharap harga tiket kapal tersebut dapat kembali normal atau kalaupun terjadi kenaikan hanya di kisaran 20 persen.
Pemprov Kepri juga sudah meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk menyelesaikan persoalan tiket kapal Batam-Singapura karena dugaan praktik kartel.


