HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Dua menteri datang ke Batam untuk membahas pengembangan Kawasan Rempang. Seperti diketahui bahwa saat ini pengembangan Rempang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto dan Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, datang untuk membahas pengembangan Kawasan Rempang.
BACA JUGA:Â Nuryanto Ajak Masyarakat Dukung Kemajuan Sistem Transportasi Dalam Menghubungkan Negeri
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Hadi Tjahjanto mengatakan, pihaknya ingin memberikan langsung sertifikat hak milik (SHM) kepada warga Rempang yang telah direlokasi.
Sertifikat itu bisa langsung diserahkan setelah tanah dan bangunan sudah diinden di lokasi yang ditetapkan, dan proses pembangunan telah dimulai. Ia juga menjelaskan, untuk hak pengelolaan lahan (HPL) tempat relokasi di Dapur 3 Sijantung, tinggal diserahkan saja.
BACA JUGA:Â Tingkatkan Pemahaman Petugas, BP Batam Gelar Bimtek Pengelolaan Waduk
“Sambil dilakukan pembangunan dan diawasi, kami bisa langsung menyerahkan sertifikatnya,” ujar Hadi yang turut hadir dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pengembangan Proyek Rempang Eco City, di Hotel Marriott Harbourbay Batam, Minggu (17/9/2023).
Sementara Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, kembali membahas pengembangan Kawasan Rempang di Kota Batam.
Bahlil meyakinkan banyak pihak jika investasi di Pulau Rempang akan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.


