HARAPANMEDIA.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) pada tahun 2023 bakal memperluas lahan tanaman cabai 55 hektare, dari yang saat ini sekitar 150 hektare menjadi 205 hektare untuk menekan angka inflasi di Provinsi Kepri.
“Cabai masuk dalam komoditas utama penyebab inflasi. Tahun ini kita sudah mulai perluas lahan untuk menanam cabai,” kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Tanjungpinang, Rabu (16/3/2023).
Ansar menjelaskan lahan tanaman cabai tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota se-Kepri, meliputi Tanjungpinang, Bintan, Batam, Karimun, Lingga, Anambas, dan Natuna.
BACA JUGA:Â BP Batam Bangun Kantor Polsek Batuampar, Kantor Lama Terkena Dampak Penggusuran Pelebaran Jalan
Menurut dia, gerakan penanaman cabai selain untuk menekan angka inflasi, juga sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan cabai di Kepri dari daerah lain, seperti Pulau Jawa.
Ia menyebut sejak tahun 2022, Pemprov Kepri bersama Bank Indonesia (BI) Kepri sudah menggalakkan program penanaman cabai di pekarangan rumah.
“Waktu itu, kita berikan bibit cabai gratis kepada warga untuk ditanam di perkarangan rumah. Alhamdulillah, cukup efektif bisa menekan inflasi turun sampai 4,8 persen,” tuturnya.
BACA JUGA:Â Komandan Lanud Hang Nadim Bersama Personel Turun ke Pantai Tanam Mangrove, Ini Pesannya ke Masyarakat


