HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Warga di Perumahan Bukit Raya Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau mengeluh. Bahkan sejumlah pelaku Usaha Kecil memilih tidak berjualan karena tidak ada air untuk memasak maupun untuk mencuci.
Air bersih mati total selama empat hari mulai Jumat (20/1/2023) malam hingga Senin (23/1/2023).
“Air yang mati total, kami pun tak bisa berjualan karena air tidak ada untuk memasak maupun untuk mencuci piring,” kata seorang Penjual ayam penyet di Perumahan Bukit Raya Batam Center, Senin (23/1/2023).
Ia menyebut untuk berjualan sangat memerlukan air sebelum dan sesudah memasak. Bahan-bahan masakan pasti dicuci pakai air bersih sebelum dimasak dan pasca memasak, peralatan memasak juga harus dicuci bersih.
“Tak mungkin kita cuci-cuci pakai air hujan, sakit pula perut orang nanti,” katanya.
Ia berharap Pemerintah Kota Batam bisa menyalakan kembali aliran air bersih sehingga ia bisa kembali berjualan.
Hal yang sama juga diutarakan Pedagang UMKM, Elis. Ia mengaku mulai tak berjualan dari Sabtu lalu karena tidak ada air bersih mengalir ke rumahnya.
“Saya kan jualan bakso, sosis ya, gimana nanti cuci-cuci bekas masakannya,” katanya.
BACA JUGA: Wali Kota Batam Gesa Peningkatan Infrastruktur Siapkan Rp 800 Miliar Bangun Jalan di Nongsa
Ia menyesalkan air bersih ini sudah mati selama empat hari. Eli berharap air bisa mengalir ke Perumahan Bukit Raya Batam Center, Kota Batam, Kepulauan Riau.Warga di Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggunakan tampungan air hujan untuk mencuci baju karena sudah empat hari suplai air bersih tidak mengalir di daerah itu.
“Iya ini lagi cuci baju pakai air hujan, sudah empat hari air tidak mengalir di sini,” kata Muchtar, seorang warga di Perumahan Bukit Raya, Batam, yang terdampak mati air, Senin (23/1).


