HARAPANMEDIA.COM, BATAM – Persoalan Batam blackout yang dirasakan masyarakat baik Senin dan kembali padam pada Selasa walau tidak lama mendapat atensi dari Kapolda Kepri.
Pemadaman listrik itu cukup meresahkan baik warga maupun pengusaha. Oleh karena itu Polda Kepri tengah menyelidiki penyebab pemadaman listrik yang melanda Batam, Bintan, dan Tanjungpinang. Pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) sedang berlangsung, sejumlah personel gabungan telah diturunkan ke lapangan.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan, selain membantu pengamanan dan pemulihan pasokan listrik, polisi juga melakukan koordinasi dengan PT PLN untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat kembali normal.
BACA JUGA: BP Batam Koordinasikan Pemulihan Listrik dan Air, Prioritaskan Objek Vital dan Pelayanan Masyarakat
Kombes Pol Nona mengatakan Kapolda Kepri telah mengerahkan personel dari berbagai fungsi untuk membantu masyarakat serta mengantisipasi dampak gangguan listrik terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Personel yang diturunkan meliputi fungsi Samapta, Pengamanan Objek Vital (Pamobvit), Reserse Kriminal (Reskrim), hingga Satuan Lalu Lintas.
“Dari kepolisian, yang jelas dipimpin oleh Bapak Kapolda, telah menurunkan anggota atau personel dari Polda Kepri dari berbagai fungsi, baik Samapta, Pamobvit, Reskrim, maupun lalu lintas melakukan pengaturan akibat dampak padamnya listrik,” kata Nona Pricillia Ohei, ditemui di Mapolda, Selasa (13/10/2026).
Ia menyebut pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat sekaligus menjaga situasi tetap aman selama gangguan pasokan listrik berlangsung.
Di tengah upaya pemulihan pasokan listrik, Polda Kepri juga melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) guna mengetahui penyebab pemadaman yang berlangsung selama kurang lebih satu hari tersebut.
Nona menegaskan, hingga keterangan itu disampaikan, penyebab pasti blackout masih dalam proses pendalaman oleh tim kepolisian.
BACA JUGA: Efisiensi Anggaran Pemprov Kepri Tak Anggarkan Pengadaan Seragam Sekolah SMA Sederajat



